Selamat pagi Tuhan.
Selamat pagi kamu.
Pagi ini aku terbangun saat hujan mendera. aku tersikap. sebenarnya tidak apa, hanya saja, wangi hujan seperti membaur dengan aroma tubuhmu. wangi dan khas. aku tergugu.
Jadilah aku termangu lugu, memandang kaca berbatas embun menatap rintik kecil air yang jatuh satu satu. aku rindu kamu.
Dengan sedikit terisak, menerawang kembali ke sebuah masa, masa dimana kau ada, kau berada, kau disini. tersenyum getir aku. tidakkah kau ingin kembali ? tidakkah kau merinduku?
aku hanya bisa menghela nafas. sendiri.
kalau begitu, aku hanya minta satu permohonan:
sampaikan surat ini kepada penerimanya, aku mohon, Tuhan.
Selamat sarapan kamu,
Selamat pagi, merah jambu! :)
Kamis, 19 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012
#2 Salam untuk Tuhan
halo kamu.
Apa kabar? apakah Tuhan telah menyampaikan pesanku untukmu ? Semoga kau telah mendengarnya, aku masih baik baik saja di sini. kau tidak perlu khawatir :)
Hari ini aku pergi ke pantai. Sayang sekali kita belum pernah ke pantai bersama, tapi tak apa, kenangan tentangmu sudah terlalu banyak menjejali memoriku, aku tetap suka.
Kau sehat kan disana ? aku sering terhenyak dalam malamku ketika secara tiba tiba kau muncul dalam mimpiku. Semoga Tuhan selalu menjagamu. Aku tau Tuhan pasti sangat menyayangimu.
oh iya, aku teringat kata katamu tentang senja, pada suatu sore yang cerah..
"aku ingin menjadi senja, ketika semua pujangga terpesona dan memujanya dengan butiran kata kata indah yang sungguh menyentuh."
aku juga ingin jadi senja, senja yang selalu kau tunggu di akhir sore. sore di harimu. di hidupmu. Walau kini itu tidak lebih dari sebuah permohonan yang sia sia, namun aku tetap yakin kau masih mengingatku di sana.
Jangan khawatir, tak ada kesedihan lagi setelah kau pergi. karena aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tetap menjadi wanita yang kuat dan tegar, seperti yang selalu kau ucap. Semoga esok aku dapat mengirimkan surat yang lebih banyak lagi untukmu.
Sampai jumpa, Kamu! :)
Apa kabar? apakah Tuhan telah menyampaikan pesanku untukmu ? Semoga kau telah mendengarnya, aku masih baik baik saja di sini. kau tidak perlu khawatir :)
Hari ini aku pergi ke pantai. Sayang sekali kita belum pernah ke pantai bersama, tapi tak apa, kenangan tentangmu sudah terlalu banyak menjejali memoriku, aku tetap suka.
Kau sehat kan disana ? aku sering terhenyak dalam malamku ketika secara tiba tiba kau muncul dalam mimpiku. Semoga Tuhan selalu menjagamu. Aku tau Tuhan pasti sangat menyayangimu.
oh iya, aku teringat kata katamu tentang senja, pada suatu sore yang cerah..
"aku ingin menjadi senja, ketika semua pujangga terpesona dan memujanya dengan butiran kata kata indah yang sungguh menyentuh."
aku juga ingin jadi senja, senja yang selalu kau tunggu di akhir sore. sore di harimu. di hidupmu. Walau kini itu tidak lebih dari sebuah permohonan yang sia sia, namun aku tetap yakin kau masih mengingatku di sana.
Jangan khawatir, tak ada kesedihan lagi setelah kau pergi. karena aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tetap menjadi wanita yang kuat dan tegar, seperti yang selalu kau ucap. Semoga esok aku dapat mengirimkan surat yang lebih banyak lagi untukmu.
Sampai jumpa, Kamu! :)
Label:
#30harimenulissuratcinta
Sabtu, 14 Januari 2012
#1 Berdamai dengan Kamu.
Dear Kamu.
Apa kabar? Long time no see ya sejak kepergianmu waktu itu. Tanpa pamit, tanpa seucap kata, tanpa kabar berita. Tanpa sadar sepucuk surat ini ingin kukirimkan kepadamu, yang sudah hampir dua tahun menghilang dari peredaranku. Kau tau, beberapa waktu setelah kepergianmu, baru taulah aku atas apa yang terjadi padamu. Dan itu sungguh memiriskan aku. Karena saat terakhir kali aku bertemu denganmu, kau masih terlihat baik baik saja, tanpa kurang suatu apapun. Berkaca kaca aku saat ku tau kau sudah di dunia yang baru, dengan keadaan yang baru, dengan pribadi yang baru, dan dengan hidup yang baru. Mungkin itu caramu berdamai dengan Tuhan, tapi sejujurnya aku merindukan kamu yang dulu. Kamu yang apa adanya, kamu dengan kedewasaan yang kamu miliki. Kamu yang sangat amat kamu. Auramu yang sungguh bersahaja, sikapmu yang dengan sabar mengajariku apa arti hidup yang sebenarnya. Hidup dengan realita yang pelik, yang tak selalu mudah, yang tak selalu indah. Tuhan pasti amat menyayangimu. Dan kau pasti tau itu :) terimakasih untuk pelajarannya yang amat membekas, bagiku kau ada dalam sejengkal inspirasiku. Selalu.
Tuhan, jaga dia dalam dekapanMu. Dan sampaikan salamku untuknya. Aku tau Engkau Maha baik, Tuhan. Sampai jumpa kamu di stasiun kehidupan selanjutnya. Aku yakin suatu saat kita bisa bertemu :')
Label:
#30harimenulissuratcinta
Senin, 01 Agustus 2011
jatuh
sesak otakku kini .
mendera terpaan bayangmu.
lelah bejana diriku merasa.
tiada asa yang nyana .
terhempas tangis sang penceritera .
terbius jelaga hampa matamu .
aku terpaku tergores luka .
lalu menangis dalam tawa .
aku terhenyak menatap serpihan asa .
dan memandang buta mereka .
peluh ini penuh membasahi janji .
darah ini telah merasuki benci .
ketika tatapan kosong ini kan segera kembali ..
kuyakin ku kan pergi dari semua siluet halusinasi ..
mendera terpaan bayangmu.
lelah bejana diriku merasa.
tiada asa yang nyana .
terhempas tangis sang penceritera .
terbius jelaga hampa matamu .
aku terpaku tergores luka .
lalu menangis dalam tawa .
aku terhenyak menatap serpihan asa .
dan memandang buta mereka .
peluh ini penuh membasahi janji .
darah ini telah merasuki benci .
ketika tatapan kosong ini kan segera kembali ..
kuyakin ku kan pergi dari semua siluet halusinasi ..
Label:
just a poem
jeritan nurani (antologi puisi Bengkel Sastra Balai Bahasa Yogyakarta 2008)
Beratap langit kelam jelaga
aku bersimpuh bagai seonggok nyawa tak berharga
beralaskan sajadah doa yang kurasa
menanti ijabah mendesah resah
malam kian menetes satu-satu
ilusi fana membelenggu
nurani diam berteriak
menanti kasihMu
aku bersimpuh bagai seonggok nyawa tak berharga
beralaskan sajadah doa yang kurasa
menanti ijabah mendesah resah
malam kian menetes satu-satu
ilusi fana membelenggu
nurani diam berteriak
menanti kasihMu
Label:
just a poem
setitik keindahan
terpandanglah langit .
menatapnya yang mulai tertutup kelabu .
Tulisan biru ,
dan tangan tangan kecil yang kadang mengadu .
kini tertunduk dan terpejam.
dalam angannya ia berkata :
kau tersipu mengabu .
di antara getah pilu nestapa.
di kala pelangi senja yang tag terkira adanya .
tersapalah sepi pada matahari .
sapa pada hari yang mau mati .
sapa sang penanti pada lilin yang hampir mati .
mentari pun meneriakkan hampa .
membuyarkan keheningan sang purnama .
mentari membelai asaku
menerawangku jauh melayang .
aku mengernyitkan dahiku .
sesaat kemudian..
aku tersipu ..
menatapnya yang mulai tertutup kelabu .
Tulisan biru ,
dan tangan tangan kecil yang kadang mengadu .
kini tertunduk dan terpejam.
dalam angannya ia berkata :
kau tersipu mengabu .
di antara getah pilu nestapa.
di kala pelangi senja yang tag terkira adanya .
tersapalah sepi pada matahari .
sapa pada hari yang mau mati .
sapa sang penanti pada lilin yang hampir mati .
mentari pun meneriakkan hampa .
membuyarkan keheningan sang purnama .
mentari membelai asaku
menerawangku jauh melayang .
aku mengernyitkan dahiku .
sesaat kemudian..
aku tersipu ..
Label:
just a poem
SAAT SENJA MENGIRINGI LAGUKU
hawahawa pelukmu merasuk ke relung jantungku .
ketika itu butiranbutiran mutiara membeku .
dan aku tetap saja merindu.
lentera yang terpancar dari bilik kunangkunang itu menujuku .
ketika itu bintang biru masih saja merenungi malam .
dan aku masih berdiri tanpa pijakan bumi.
lorong sukmaku mengaduh.
seluruh jiwaku luluh lantak ..
ku tersedu tak menahu kemana langkahku beradu .
jejakan tanah fana nan tandus menggelayutiku.
ronarona pelangi tiada enggan kembali ..
kucoba tersenyum dalam sesalku .
kutatap purnama di musim semi ..
ku membisu lagi .
:: derai derai air mata cinta .
yang kini tak lagi bernyawa,
mengiringi laguku ..
dibalik senja .
ketika itu butiranbutiran mutiara membeku .
dan aku tetap saja merindu.
lentera yang terpancar dari bilik kunangkunang itu menujuku .
ketika itu bintang biru masih saja merenungi malam .
dan aku masih berdiri tanpa pijakan bumi.
lorong sukmaku mengaduh.
seluruh jiwaku luluh lantak ..
ku tersedu tak menahu kemana langkahku beradu .
jejakan tanah fana nan tandus menggelayutiku.
ronarona pelangi tiada enggan kembali ..
kucoba tersenyum dalam sesalku .
kutatap purnama di musim semi ..
ku membisu lagi .
:: derai derai air mata cinta .
yang kini tak lagi bernyawa,
mengiringi laguku ..
dibalik senja .
Label:
just a poem,
kisahku
ingin hilang ingatan
malam malam syahdu .
terdudukku membelenggu .
terendam senyap kian tak terperii .
dingin menghujam kekalutanku .
menggugah pelita yang masi enggan menyapa .
lukisan lukisan memori yang tersirat ,
mengabur dan terbang .,
edelweis gugur satu satu .
seiring untaian tangis mungilku .
dalam isak penuh elegi,
aku berucap .
: akankah kembali ?
terdudukku membelenggu .
terendam senyap kian tak terperii .
dingin menghujam kekalutanku .
menggugah pelita yang masi enggan menyapa .
lukisan lukisan memori yang tersirat ,
mengabur dan terbang .,
edelweis gugur satu satu .
seiring untaian tangis mungilku .
dalam isak penuh elegi,
aku berucap .
: akankah kembali ?
Label:
just a poem
dilema
kutatap setengah laburan purnama semi.
tertoreh selembar lembayung jelaga tak ternyana .
tatkala itu untaian bintang berbicara .
mereka reka apa yang kurasa .
gelaktawa sang bulan membahana .
menertawakan aku yang tengah menatap mereka .
aku menggeleng .
tak tampak bayangbayang siluet wajahmu .
aku rindu .
katakan padaku bahwa pelangi itu biru .
dan ucapkan padaku asaku tak lagi membeku .
kala belenggu pujangga membuyarkan lamunku .
kala percikanpercikan bisu tak lagi menderu .
ku pejamkan mataku lalu ..
aku tak tahu ..
tertoreh selembar lembayung jelaga tak ternyana .
tatkala itu untaian bintang berbicara .
mereka reka apa yang kurasa .
gelaktawa sang bulan membahana .
menertawakan aku yang tengah menatap mereka .
aku menggeleng .
tak tampak bayangbayang siluet wajahmu .
aku rindu .
katakan padaku bahwa pelangi itu biru .
dan ucapkan padaku asaku tak lagi membeku .
kala belenggu pujangga membuyarkan lamunku .
kala percikanpercikan bisu tak lagi menderu .
ku pejamkan mataku lalu ..
aku tak tahu ..
Label:
just a poem
elegi fatamorgana
sesaat terjerembab di tengah wahana kesunyian .
titiktitik kelabu datang kembali menerkaku .
lalu gumpalan hawa merah merasuki tubuhku .
runtuhlah bisuku kini .
bungkaman peluhku menetes sudah .
aku lelah .
segenap raga ku coba tak ada asa .
enggan bergeming .
tak kukira .. gelaktawa kini hanya sandiwara .
aku mematung seraya memandangi diriku di antara serpihan air mata kecewa .
terngiang akan satu masa itu .
Ah , aku bosan!
tak ada pelangi saat hujan selesai berbicara .
yang tampak hanya fatamorgana semu .
yang tak cantik , juga indah..
aku menunduk .
meringkuk mendekap jiwa fanaku .
akan kemanakah langkah ini beradu ?
kan kujejaki episode demi episode ini .
satu demi satu ..
titiktitik kelabu datang kembali menerkaku .
lalu gumpalan hawa merah merasuki tubuhku .
runtuhlah bisuku kini .
bungkaman peluhku menetes sudah .
aku lelah .
segenap raga ku coba tak ada asa .
enggan bergeming .
tak kukira .. gelaktawa kini hanya sandiwara .
aku mematung seraya memandangi diriku di antara serpihan air mata kecewa .
terngiang akan satu masa itu .
Ah , aku bosan!
tak ada pelangi saat hujan selesai berbicara .
yang tampak hanya fatamorgana semu .
yang tak cantik , juga indah..
aku menunduk .
meringkuk mendekap jiwa fanaku .
akan kemanakah langkah ini beradu ?
kan kujejaki episode demi episode ini .
satu demi satu ..
Label:
just a poem
pencarian (antologi puisi Bengkel Sastra Balai Bahasa Yogyakarta 2008)
siluet kelabu terasing jelaga .
mengintip ,
dari balik belenggu pujangga .,
mendekat
berbisik ,
: dimanakah dia ?
mengintip ,
dari balik belenggu pujangga .,
mendekat
berbisik ,
: dimanakah dia ?
Label:
just a poem
Minggu, 31 Juli 2011
HILANG satu.
halo kamu.
sudah nyaman ya dengan hidupmu yang kini?
dulu,
seberapa masapun
kita tak bersua
kita masih bersama
mengisi canda
menghapus canda
tidak pudar
tidak layu
tidak pupus
tidak berpendar
tidak pula tenggelam
sembilas belas tahun
berdampingan
bertepikan tembok putih
penghalang
itu bukan alasan
untuk tidak bersua
untuk tidak bercengkrama
dan saling berderma
saat itu
aku tau
ya saat itu
sesuatu terjadi
lambat
cepat
mengusik
menyeruak
merebakkan
sesuatu.
berubah.
sepasang kupu kupu
yang BIASANYA
hinggap di ranting yang
berkaitan itu
tak nampak lagi
salah satu dari mereka,
tak sengaja
mengingkari
janji mereka
sendiri
Label:
hidup,
just a poem,
kisahku
Senin, 15 November 2010
Yang Menyedihkan, Menyakitkan, dan Mengecewakan
Yang menyedihkan, menyakitkan, dan mengecewakan
Hal yang sangat menyedihkan adalah...
Saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padam ...
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ...
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya ...
Hal yang sangat menyakitkan adalah ...
Saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya ...
Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya ...
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu ...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu ...
Saat dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya ...
Hal yang sangat mengecewakan adalah ...
Kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan ...
Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu ...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...
Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu!!!
Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu ...
Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu ...
atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan ...
Sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia ...
Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya ...
atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu ...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim ...
atau mungkin saja dia tidak melihatmu ...
Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu ...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban ...
walaupun kau sedang sibuk, jika kau tidak bisa menjawabnya ...
katakan kalau kau belum bisa menjawabnya ...
jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban ...
karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu ...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu ...
atau saat dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya ...
Sebenarnya sedang mengajarimu untuk rela menerima takdir-Nya ...
Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu ...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun ...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita ...
mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya ...
Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan ...
Sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif dan santun ...
kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ...
Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan ...
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina ...
Sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu ...
Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu ...
“God always let you met few wrong people before He let you meet the right one ...
So that when you finally met the right one, you’ll know how to treasure him ...”
Saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padam ...
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ...
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya ...
Hal yang sangat menyakitkan adalah ...
Saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya ...
Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya ...
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu ...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu ...
Saat dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya ...
Hal yang sangat mengecewakan adalah ...
Kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan ...
Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu ...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...
Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu!!!
Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu ...
Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu ...
atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan ...
Sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia ...
Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya ...
atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu ...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim ...
atau mungkin saja dia tidak melihatmu ...
Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu ...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban ...
walaupun kau sedang sibuk, jika kau tidak bisa menjawabnya ...
katakan kalau kau belum bisa menjawabnya ...
jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban ...
karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu ...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu ...
atau saat dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya ...
Sebenarnya sedang mengajarimu untuk rela menerima takdir-Nya ...
Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu ...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun ...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita ...
mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya ...
Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan ...
Sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif dan santun ...
kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ...
Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan ...
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina ...
Sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu ...
Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu ...
“God always let you met few wrong people before He let you meet the right one ...
So that when you finally met the right one, you’ll know how to treasure him ...”
Label:
motivation
Minggu, 14 November 2010
Kopi Asin
“Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “kita pulang aja yuk…?”. Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “bisa minta garam buat kopi saya?”semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali!wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si gadis dengan penasaran bertanya, “kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?” si pria menjawab, “ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.” begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli …betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin! Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya. Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, “sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin.” ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi. Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, “rasanya manis.” kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan cinta dan kurangi benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula. |
Label:
love story
Senin, 01 November 2010
just the way i am
aku ? aku begini adanya. aku bukan bonekamu yang semudah itu kau hancurkan lalu kau ambil dengan kasihmu dan kau perlakukan aku seakan aku tak merasa apapun. aku manusia biasa yang masih memiliki hati yang kadang rapuh dan mudah terasa sakit bila ada yang menyakitinya. tetapii. kau harus tau kalau aku sudah memaafkanmu. memaafkanmu atas segala salahmu. sudah melupakan apa yang memang seharusnya kulupakan. karena hal hal tersebut hanya dapat membuat isi otakku buyar. jantung dan hatiku tak seirama, akal dan asaku pun tak segaris lurus. aku sempat hilang arah. tak tau kemana jalan yang harus kupilih. harus bertahan seperti ini. terpuruk lalu mati. atau berdiri, tersenyum, lalu meraih apa yang seharusnya kuraih. atau aku tetap terdiam disini bersama rasa pedih dan menghitung detik deti ini kapan akan segera berakhir. beruntung, orang orang baik itu , menitih dan meraih tanganku menuju ke jalan yang baru. jalan yang semestinya aku ada disana. jalan tanpa air mata dan keterpurukan. aku harus maju. tak ada kata yang mengharuskan aku tetap ada di sini. seperti kata all time low, maybe it's not my weekend, but it is maybe my year :) . yeah kata life must go on tak hanya tampak angin lalu di telingaku. ia menggema dan berteriak membangunkan mimpi burukku . aku berkata aku tak bisa. tak bisa semudah ini. tapi ia terus menggelora dan menguasai hatiku. ia meyakinkanku bahwa tak ada yang tak mudah di dunia ini, namun semua yang tak mudah akan lebih mudah jika kita yakin dan mau berusaha. aku menatapkan tanganku dan menggenggam harapan yang belum kuketahui itu , yang kutau, aku masih punya banyak kesempatan. aku masih punya waktu untuk mengubah hidupku dari keterpurukan ini. dengan bantuan orang orang baik itu aku berjalan, meski tertatih, aku berusaha untuk tak lagi bergantung pada mereka untuk menghibur laraku, menghapus titik air di sudut mataku, dan memelukku dikala hari terasa berat untuk dilalui. aku mematri keyakinan di benak mungiil ini. hanya dua kata : AKU BISA ! dan see ? aku bisa :) aku butuh waktu untuk mengontrol emosiku, untuk mengatur hela nafasku kala sesuatu yang tak kusuka berdenging di telingaku, dan sedikit membiarkan tetesan seperti embun di pelupuk itu bertahan lalu menjatuhkan diri. semua itu proses kan? proses untuk membuatku lebih dewasa. lebih mengerti apa sebenarnya hidup? sberapa kerasnya hidup ini. dan aku menjadikanmu pelajaran yang sangat berharga. kau ajarkan aku cara merelakanmu pergi. dan aku sanggup. kau berikan aku kata kata untuk menjadi gadis periang, dan aku mampu. dan kau katakan padaku bahwa semua akan baik baik saja, dan ternyata memang itu adanya :D . dan aku tau semua nya indah jika kita mengikuti hati dan rencana Tuhan. terimakasih kau cobaan sekaligus guru kehidupanku. dan kau akan tau aku yang sebenarnya jika kau melihatku dari sisi yang tak pernah kau tau..
Label:
tentang aku
Langganan:
Postingan (Atom)
