Cinta diam-diam itu tidak selamanya menyakitkan.
tetapi bisa jadi lebih meninggalkan jejak-jejak penasaran.
tidak ada yang salah dengan cinta diam-diam.
hanya saja cinta diam-diam lebih banyak menemui rasa-rasa tak tersampaikan.
cinta diam-diam itu. menghanyutkan.
ketika kamu mencintai seseorang yang entah mencintai kamu atau tidak.
dan kamu seperti bayangan yang hinggap di balik punggungnya.
mengikuti langkahnya.
mengikuti alurnya.
pada rasa rasa yang tidak tampak telah merasuk dan menggelayuti kamu.
entah akan pupus atau tidak.
dan cinta diam-diam paling menyakitkan adalah;
bukanlah cinta diam-diam untuk orang yang tidak mencintai kamu,
tetapi mencintai diam-diam orang yang sebenarnya juga diam-diam mencintai kamu.
ketika hatimu bukanlah bertepuk sebelah tangan,
hanya saja, hatimu tak bertemu tangannya.
Jogjakarta, 4 Februari 2013.
Tampilkan postingan dengan label #7harimenulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #7harimenulis. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 Februari 2013
Secangkir Coklat Panas
ada secangkir coklat panas ketika aku menunggu kamu pulang.
dengan asap panas mengepul dari cangkirnya.
ada secangkir coklat panas ketika aku menanti rindu-rindu kamu datang.
dengan mencecap manis dari sekian manis yang ada melewati tepian cangkir itu.
ada secangkir coklat yang perlahan mendingin.
seiring dengan berbagai dusta yang kau berikan lewat pelukmu yang ternyata percuma.
ada secangkir coklat yang akhirnya basi.
ketika pada akhrnya
rindumu juga terbagi kepada dia.
rasa manis dari coklat yang telah dingin itu,
berubah menjadi hambar.
basi dimakan kenyataan.
dengan asap panas mengepul dari cangkirnya.
ada secangkir coklat panas ketika aku menanti rindu-rindu kamu datang.
dengan mencecap manis dari sekian manis yang ada melewati tepian cangkir itu.
ada secangkir coklat yang perlahan mendingin.
seiring dengan berbagai dusta yang kau berikan lewat pelukmu yang ternyata percuma.
ada secangkir coklat yang akhirnya basi.
ketika pada akhrnya
rindumu juga terbagi kepada dia.
rasa manis dari coklat yang telah dingin itu,
berubah menjadi hambar.
basi dimakan kenyataan.
Label:
#7harimenulis,
celoteh,
petikan kata,
Sajak
Dia Siapa?
satu langkah,
dua langkah,
tiga langkah.
aku mematung dihadapanmu.
memekik
menghardik
mengumpat
memusuhi seluruh apa yang ada pada kamu.
wajahmu menyebalkan.
rautmu apalagi.
seketika aku ingin hapus saja bayangmu.
susah!
kamu tidak mau pergi.
mematung di depan mukaku
mengikutiku.
aku engah!
aku memaki.
kamu juga.
aku berteriak
kamu pun begitu.
sampai suatu masa.
aku tau.
di depanku itu cermin.
dua langkah,
tiga langkah.
aku mematung dihadapanmu.
memekik
menghardik
mengumpat
memusuhi seluruh apa yang ada pada kamu.
wajahmu menyebalkan.
rautmu apalagi.
seketika aku ingin hapus saja bayangmu.
susah!
kamu tidak mau pergi.
mematung di depan mukaku
mengikutiku.
aku engah!
aku memaki.
kamu juga.
aku berteriak
kamu pun begitu.
sampai suatu masa.
aku tau.
di depanku itu cermin.
Label:
#7harimenulis
Minggu, 03 Februari 2013
Kejadian Minggu Pagi
Asap mengepul berjejal memasuki tempat pemukiman.
orang-orang berlari.
orang orang berseru.
sebagian lupa bersiap.
sebagian telah bergegas.
derungan dan bunyi bunyi mulai bermunculan.
menambah keriuhan minggu pagi yang biasanya semarak
membuncah beberapa anak kecil yang ketakutan.
berusaha mendekat, tapi takut.
asap-asap itu makin banyak dan makin pekat.
baunya menusuk hidung. menyengat.
mengganggu pagi.
lalu ada anak kecil berseru.
"lihat itu!" katanya sambil menunjuk ke arah asap berasal.
"jadi itu yang namanya fogging?"
dia manggut-manggut sendiri.
orang-orang berlari.
orang orang berseru.
sebagian lupa bersiap.
sebagian telah bergegas.
derungan dan bunyi bunyi mulai bermunculan.
menambah keriuhan minggu pagi yang biasanya semarak
membuncah beberapa anak kecil yang ketakutan.
berusaha mendekat, tapi takut.
asap-asap itu makin banyak dan makin pekat.
baunya menusuk hidung. menyengat.
mengganggu pagi.
lalu ada anak kecil berseru.
"lihat itu!" katanya sambil menunjuk ke arah asap berasal.
"jadi itu yang namanya fogging?"
dia manggut-manggut sendiri.
Label:
#7harimenulis
Sabtu, 02 Februari 2013
Itu apa?
di atasnya tampak langit pucat pasi menghembuskan lagu pesakitan
duka, lelah dan lupa adalah wajar.
adalah susunan jeda-jeda dari ketimpangan semesta
adalah konspirasi dari titik-titik rasa.
menjelma bersama derai kehidupan.
kalau ini cinta, itu apa?
Label:
#7harimenulis
Langganan:
Postingan (Atom)
