Selasa, 04 Desember 2012

Bahagia adalah Sederhana



Me and My Happiness

Ada banyak hal di sekeliling kita, hal sekecil apapun itu yang kadang justru membuat hidup kita jauh lebih berarti, dan membuat kita lebih memaknai bahwa kebahagiaan itu adalah sangat sederhana dari apa yang kita bayangkan.


pada dasarnya, kebahagiaan itulah yang menjadi tujuan hidup manusia, dan setiap manusia menginginkan setiap kebahagiaan yang sesuai dengan "standar" kebahagiaan yang mereka patok sendiri, yang kadang mereka justru mengotak-kotakkan kebahagiaan yang akan mereka raih itu sendiri, dan mereka akan terlupa dari esensi kebahagiaan yang mereka cari.

kita memang tidak akan pernah puas atas apa yang kita dapat, atas apa yang kita raih, atas apa yang sudah kita punyai. tetapi menurut saya, kebahagiaan yang kita dapat rasakan sesungguhnya berawal dari hal-hal kecil yang (sebenarnya) sangat sederhana untuk dimaknai.

1. Bersyukur.

Sadar atau tidak, bersyukur sering kita lalaikan, bukannya menerima dan berterimakasih atas apa yang Tuhan berikan untuk kita, tetapi justru selalu meminta dan selalu merasa tidak cukup. Hal hal seperti ini membuat hidup kita tidak pernah merasa bahagia yang hakiki. mulai dari berterimakasih untuk segala keadaan baik yang diberi, dan berterimakasih dan bersyukur atas seluruh keadaan baik yang dikemas dengan keadaan sebaliknya. Tuhan selalu lebih tau apa yang terbaik untuk umatNya, hanya saja pembenaran dan pemahaman tentang hal tersebut perlu kita telaah maknanya. Hidup tanpa rasa syukur adalah kebahagiaan yang tidak akan pernah nyata utuhnya.

2. Percaya

percaya atau tidak, kepercayaan atau keyakinan adalah modal utama kebahagiaan itu berasal, kebahagiaan itu terbentuk. karena mau tidak mau, apa yang kita pikirkan akan tersalurkan melalui alam bawah sadar kita yang akan di transfer ke alam sadar kita untuk kemudian direalisasikan nyatanya. dan oleh sebab itu maka apabila kita telah mempunyai kepercayaan akan hal baik dan kebahagiaan yang tidak muluk namu cukup, tentu akan tercipta sedemikian rupa. karena kebahagiaan adalah keadaan yang kita ciptakan sendiri, bukan terbentuk karena adanya orang lain :)

3. Meminta lebih sedikit, Memberi lebih banyak

seperti rasa syukur, ketika kita mendapat sebuah hal baik, kita harus mengucap syukur. ketika kita mendapat banyak hal baik, rasa syukur kita harus lebih berlipat lebih banyak. agar hidup kita selalu terasa cukup dan terpenuhi atas rasa syukur yang kita panjatkan pada Sang Pemberi Kebahagiaan. Cara lain yang dapat kita lakukan adalah, dengan memberi lebih banyak, dan meminta lebih sedikit. memberi apapun yang kita miliki sekecil apapun itu, sesederhana apapun itu. seperti halnya berbagi cerita, berbagi tawa, berbagi doa, berbagi suka, berbagi ilmu juga berbagi kebahagiaan yang kita miliki itu sendiri. ketika kita bisa menjadi sebuah pelengkap atas kebahagiaan orang lain, kebahagiaan kita akan jauh lebih berkali lipat lebih banyak. karena secara tidak langsung, kita membahagiakan diri kita melalui orang lain yang kita bahagiakan. betapa hidup lebih terasa menyenangkan ketika orang lain dapat tertawa penuh suka cita bersama kita?
yap! hidup akan terasa lebih ringan, kita akan mulai mengabaikan pikiran-pikiran buruk yang kita risaukan dalam kehidupan kita sebelumnya. dan kita akan jauh lebih menghargai waktu dan kesempatan yang kita punya dalam hidup untuk dapat memaknai kehidupan dan kebahagiaan dari sisi yang berbeda, dan mewujudkannya jauh lebih berarti lagi :)

bukankah hidup adalah perjuangan tanpa henti? perjuangan meraih bagahia, cita dan asa. dan kebahagiaan itu tidak instan, butuh manusia dengan hati lapang yang siap menerima kebahagiaan apapun bentuknya, meskipun kebahagiaan tidak selalu identik dengan suka-cita. dan cobalah mulai untuk mengingat hal apa saja yang telah kalian lupakan/abaikan/lewatkan hanya karena kalian sibuk mencari dan mencari seperti apa kebahagiaan yang sempurna itu.

jadi, bahagia itu sederhana, bukan? :D

2 komentar:

  1. kiki jam terbang galaunya kalau udah jam 10 malem keatas, langsung produktif menari diatas keyboard :)

    BalasHapus
  2. hahahha kalo ini namanya bukan galau maman :) mencoba lebih realistis aja ke kehidupan :D

    BalasHapus